Selasa, 10 Januari 2017

19999

BAB I
PENDAHULUAN
1. Latar Belakang
Pendidikan Islam di Indonesia telah bergabung sejak masuknya Islam di Indonesia. Pada tahun awal pendidikan Islam dimulai dari kontrak pribadi maupun kolektif antara mubaligh (pendidikan) dengan peserta didiknya. Setelah komunitas Muslim terbentuk di suatu daerah, maka mulailah mereka membangun masjid. Masjid difungsikan sebagai tempat ibadah dan pendidikan. Mesjid merupakan lembaga pendidikan Islam yang pertama muncul di samping rumah  tempat kediaman ulama atau mubaligh. Setelah itu, muncullah lembaga – lembaga pendidikan Islam lainnya seperti pesantern. Dayah, surau,. Nama – nama tersebut walaupun berbeda, tetapi hakikatnya sama yakni sebagai tempat menuntut ilmu pengetahuan agama. Perbedaan nama adalah dipengaruhi oleh perbedaan tempat. Perkataan pesantren populer bagi masyarakat Islam di Jawa, rangkang, dayah di Aceh, surau di Sumatera Barat.
                 Di awal abad ke-20 H, munculah ide-ide pembaharuan pendidikan Islam di Indonesia, ide ini muncul disebabkan sudah mulai banyak orang yang tidak puas dengan sistem pendidikan yang berlaku saat itu., oleh karena itu ada sistem yang harus dipembaharuin yaitu: dari segi isi (materi), dari segi metode, manajemen dan administrasi pendidikan. Ide dan inti pembaharuan ini adalah berupaya meninggalkan pola pemikiran lama yang tidak sesuai lagi dengan kamajuan zaman dan berupaya meraih aspek-aspek yang menopang untuk menyesuiakan diri dengan kemajuan zaman. Berdasarkan dua daya dorong itulah makannya mulai muncul ide untuk memasukkan mata pelajaran umum ke lembaga -lembaga pendidikan islam serta merubah metode pengjaran lama kepada metode yang lebih adktif dengan perkembangan zaman. [1]
                 Perkembangan pendidikan Islam di Indonesia semakin memerlihatkan dinamikanya sejak Indonesia merdeka. Pesantren, berkembang dari bentuk tradisional (salafi) berkembang kepada pesanten modern (khalafi). Sehingga pesantren bentuk kedua ini sekarang berkembag hampir di seluruh Indonesia. Kemodernan dapat dilihat  dari tiga  segi. Pertama, mata pelajaran telah seimbang antara materi ilmu-ilmu agama dengan materi ilmu-ilmu umum. Kedua, metode pembelajaran telah berpariasi, tidak lagi semata-mata hanya memakai metode sorogan, wetodan dan hafalan. Ketiga, dikelolah berdasarkan prinsip-prinsip menajeman pendidikan..
                 Perjalanan sejarah pendidikan Islam di Indonesia hingga saa sekarang ini dapat kita lihat telah melalui tiga priodesasi. Pertama, periode awal  sejak kedatangan Islam ke Indonesia sampai masuknya ide – ide pembaharuan pemikiran Islam awal abad kedua puluh. Kedua, periode kedua  ini di tandai dengan lahirnya madrasah. Ketiga, pendidikan Islam telah terintergrasi kedalam sistem pendidikan nasional sejak lahirnya undang – undang no 2 tahun 1989 serta seperangkat peraturan pemerintah yang berkenaan dengan pendidikan. [2]


B. Rumusan Masalah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar