Dampak Positif dan
Negatif Perekonomian Dalam Pendidikan Islam di Indonesia.
Salah satu dampak
negatif dari komersialisasi pendidikan Indonesia adalah mahalanya
biaya pendidikan sehingga memberatkan masyarakat miskin untuk membayar
biaya pendidikan. Akan tetapi, ada juga dampak positifnya yaitu dengan biaya
pendidikan yang cukup tinggi adalah untuk menunjang mutu pendidikan itu
sendiri.[7]
Beberapa tokoh yang berperan dalam Perkembangan Pendidikan Islam di Indonesia
1. Kiyai H. Ahmad Dahlan
Dilahirkan di yogjakarta pada tahun 1869
M. Ayahnya bernama KH. Abu Bakar bin Kyai Sulaiman dan ibunya seorang puteri
Haji Ibrohim seorang penghulu. Ia berusaha menyadarkan masyrakat akan
pentingnya membuag kebiasaan yang tidak baik dan menurut pendapatnya tidak
sesuai dengan Islam dan berlandaskan cita – cita agama Islam.
2. Kyai Haji Hasyim Asy’ari
Dilahirkan di jombang, Jawa Timur pada
tanggal 14 februari tahun 1981 M. Beliaulah yang mendirikan pesantren yang
lumayan terkenal pada saat ini yaitu pesantren Tebuireng. Di pesantren inilah
Kyai Hasyim Asy’ari dibantu dengan Kyai-Kyai lain. Selain itu beliau juga
menjadi pimpinam Masyumi, Hizbullah, GPII, dan lain-lain.
3. Kyai Abdul Halim
Lahir di Ciberelang, majalengka pada
tahun 1887M. Dia adalah pelopor gerakan pembaharuan di daerah Majalengka, Jawa
Barat. Dia berhasil mendirikan persyarikatan ulama. Ia memegang teguh mazhab
Syafi’i. tablighnya lebih banyak merupakan anjuran untuk menegakkan etika
didalam masyarakat.
DAFTAR PUSTAKA
Haidar Putra Daulay, Prof. Dr. Sejarah Pertumbuhan & Pembaharuan
Pendidikan Islam Di Indonesia. Bandung : Citapustaka Media, 2001
Musyrifah Sunanto, Prof. Dr. Sejarah Peradaban Islam Indonesia. Jakarta :
PT. Raja Grafindo Persada, 2012
Darmaningtyas. Pendidikan Yang Memiskinkan. Yogyakarta : Galang Press, 2004
Mudyaharjo, Redja. Pengantar Pendidikan. Jakarta : PT. Raja Grafindo
Persada, 2001
Tidak ada komentar:
Posting Komentar