. Filsafat
Melalui proses
penerjemahan buku-buku filsafat yang berbahasa Yunani para ulama muslim banyak
mendalami dan mengkaji filsafat serta mengadakan perubahan serta perbaikan
sesuai dengan ajaran islam. Sebab itulah lahirla filsafat Islam yang akhirnya
menjadi bintangnya dunia filsafat diantara para ahli filsafat yang terkenal
pada waktu itu adalah:
·
Abu Ishak Al-Kindi (1994-260 H/809-873 M). ia
adalah satu-satunya filosof berkebangsaan asli arab, yakni dari suku kindah,
karya-karyanya tidak kurang dari 236 buah buku.
·
Abu Nasr Al-Faraby (390 H/961 M), Al Farabi banyak
menulis buku tentang filsafat, logika, jiwa, kenegaraan, etika, dan
interpretasi terhadap filsafat Aristoteles dan karyanya tak kurang dari 12 buah
buku.
·
Al-Ghazali (450-505 H/1058-1101 M), beliau dijuluki
sebagai hujjatul islam, karyanya tidak kurang dari 70 buah diantaranya:
|
a. Al Munqidz Minadlalal
b. Tahafutul Falasifah
c. Mizanul Amal
d. Ihyaulumuddin
|
e. Mahkun Nazar
f. Miyazul Ilmi, dan
g. Maqashidul Falasifah
|
·
Ibnu Rusyd di barat lebih dikenal dengan nama
Averoes, banyak berpengaruh di baratdalam bidang filsafat, sehingga disana
terdapat aliran yang disebut averroisme.[8]
c. Ilmu
Astronomi
Ilmu
astronomi atau perbintangan berkembang dengan baik, bahkan sampai mencapai
puncaknya, kaum muslimin pada masa bani Abbasiyah mempunyai modal yang terbesar
dalam mengembanngkan ilmu perhitungan. Mereka menggodok dan mempersatukan
aliran-aliran ilmu bintang yang berasal atau dianut oleh Yunani, Persia, India,
Kaldan. Dan ilmu falak
arab jahiliyah. Ilmu bintang memegang peranan penting dalam menentukan garis
politik para khalifah dan amir.
Diantara para
ahli ilmu astronomi pada masa ini adalah:
·
Al-battani atau Albatagnius, seorang ahli astronomi
yang terkenal dimasanya.
·
Al-Fazzari, seorang pencipta atrolobe, yakni alat
pengukur tinggi dan jarak bintang.
·
Abul Wafak, seorang menemukan jalan ketiga dari
bulan, jalan kesatu dan kedua telah ditemukan oleh ilmuan yang berkebangsaan
Yunani.
·
Rahyan Al Bairuny, seorang astronomi.
·
Abu Mansyur Al Falaky, seorang ahli ilmu falaq.
Untuk mendukung
perkembangan ilmu ini, para khalifah telah banyak membangun observatorium
diberbagai kota, disamping observatorium milik pribadi ilmuan.
d. Ilmu Matematika
Bidang ilmu
matematika juga mengalami kemajuan pesat, diantara para tokohnya yaitu:
·
Umar Al Farukhan, seorang insinyur dan arsitek kota
Bagdad.
·
Al-Khawarizmi, seorang pakar matematika muslim yang
mengarang buku Al-Gebra (Al-jabar). Dan dia juga yang menemukan angka nol.
e. Ilmu Farmasi dan
Kimia
Pakar ilmu
farmasi dan kimia pada masa dinasti Abbasiyah sebenarnya sangat banyak, tetapi
yang paling terkenal adalah ibnu Baithar. Ia adalah seorang ilmuan farmasi yang
produktif menulis, karyanya adalah Almughni (memuat tentang obat-obatan) dan
lain-lain.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar