Pendidikan Islam Pada Zaman Penjajahan
a Pendidikan Zaman Belanda
Penaklukan bangsa
barat atas Indonesia/Nusantara dimulai dalam bidang perdagangan, dengan
kekuatan militer. Kedatangan mereka memang membawa kemajuan dibidang teknologi,
tetapi tujuan sebenarnya adalah untuk meningkatkan hasil jajahan. Tidak ada hal
baru yang mereka ajarkan untuk perkembangan pendidikan, akan tetapi westernisasi dan kristenisasi yang
mereka kenalkan.
Awal mulanya, Belanda
(tahun 1610) membiarkan saja pendidikan islam di Nusantara. Akan tetapi, lambat
laun mereka mengubah pendidikan islam sedikit demi sedikit. Belanda mulai
berusaha melumpuhkan pengaruh islam, dimulai dari daerah yang dikuasai di Yogya
dan Surakarta. Yang kemudian mendapat perlawanan dari masyarakat dan alim ulama
Diponegoro. Akan tetapi mereka dapat ditaklukkan. kemudian belanda berusaha
menaklukkan organisasi-organisasi islam, zakat,wakaf, iuran untuk biaya
pendidikan dihapuskan. Belanda juga orang yang tidak tahu soal agama menjadi
tuan kadi, dan menjadi anggota Mahkamah Tinggi. Karena usaha-usaha inilah,
pendidikan islam lama kelamaan menjadi mundur dan maki terdesak oleh pendidikan
barat.
Di jakarta, ketika Van
den bosch menjadi gubernur jenderal di jakarta tahun 1831, ia mengeluarkan
kebijakan bahwa sekolah gereja diperlukan sebagai sekolah pemerintah belanda.
Departemen pendidikan menjadi satu. Disetiap daerah didirika satu sekolah agama
kristen
Pada tahun 1819 Van
den Capellen merencanakan berdidinya sekolah dasar untuk penduduk pribumi agar
dapat membantu pemerintah belanda. Akan tetapi dia menganggap bahwa pendidikan
islam tidak membantu pemerintah belanda. Belanda ingin mendirikan
sekolah-sekolah dasar untuk menyaingi pesantren, madrasah,pengajian, dan
lembaga-lembaga pendidikan islam lainnya.
Pada tahun 1900 Masehi
kemunduran pendidikan di Nusantara mencapai puncaknya. Tahun 1925, belanda
mengeluarkan peraturan lebih ketat, bahwa tidak semua kyai boeh mengajar
pengajian. Peraturan ini muncul karena tumbuhnya organisasi pendidikan pada
saat itu, seperti Muhammadiyah, Syarikat Islam, Al-irsyad, Nahdhatul Wathan,
dan lain-lain.masih banyak lagi kebijakan-kebijakan pemerintah Belanda terhadap
bangsa pribumi khususnya muslim pribumi.
Jika kita melihat
peraturan-peratura belanda ini, seolah-olahpendidikan islam akan lumpuh. Akan
tetapi apa yang kita saksikan sebaliknya. Pada tahun 1901 belanda melakukan
politik etis, yaitu mendirikan pendidikan rakyat sampai ke desa yang memberikan
hak-hak pendidikan bagi pribumi dengan tujuan mempersiapkan pegawai-pegawai
yang bekerja untuk Belanda. Belanda tidak mengakui lulusan-lulusan
pendidikan tradisional. Di luar dugaan dengan didirikan sekolah rakyat orang
pribumi dapat mengenal sistem oendidikan modern yang kemudian mereka terapkan
untuk mengadakan pembaharuan dibidang agama dan pendidikan. Maka lahirlah
gerakan pembaharuan pendidikan islam.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar