Perkembangan Ilmu-ilmu Non Keislaman (Kedokteran,
Filsafat, Astronomi, dan lain-lain), Para Ilmuan Muslim dan Kepakarannya
a. Kedokteran
Seiring dengan
ilmu-ilmu lain, ilmu kedokteran juga sempat mencapai masa keemasannya, daulah
Abbasiyah telah melahirkan banyak dokter ternama. Sekolah-sekolah tinggi
kedokteran banyak didirikan diberbagai tempat, begitulah rumah-rumah sakit
besar yang berfungsiselain sebagai perawatan para pasien,juga sebagai ajang
peraktek para dokter dan calon dokter. Diantaranya sekolah tinggi kedokteran
yang terkenal:
· Sekolah tinggi kedokteran di Yunde Shafur
(Iran)
· Sekolah tinggi kedokteran di Harran (Syria)
· Sekolah tinggi kedokteran di Bagdad.
Adapun para
dokter yang populer pada masa itu antara lain:
·
Abu Zakaria Yuhana bin Miskawaih, seorang ahli
formasi di rumah sakit Yunde Shafur.
·
Sabur bin sahal, direktur rumah sakit Yunde Shafur.
·
Hunain bin Ishak (194-264 H/ 810-878 M) seoranng
ahli penyakit mata ternama.
·
Abu Zakaria Ar-Razy kepala rumah sakit di Bagdad
dan seorang dokter ahli penyakit campak dan cacar, dan dia juga orang pertam
yang menyusun buku mengenai kedokteran anak.
·
Ibnu Sina (370-428 H/ 980-1037 M). Ia seorang
ilmuan yang multi dimensi, yakni selain mengasai ilmu kedokteran, juga
ilmu-ilmu lai, seperti filsafat dan sosiologi. Ibnu Sina berhasil menemukan
sistem peredaran darah pada manusia diantara karyanya adalah Al- Qur’an fi
al rhibb yang merupakan ensiklopedi kedokteran paling besar dalam sejarah.[7]
b. Filsafat
Melalui proses
penerjemahan buku-buku filsafat yang berbahasa Yunani para ulama muslim banyak mendalami
dan mengkaji filsafat serta mengadakan perubahan serta perbaikan sesuai dengan
ajaran islam. Sebab itulah lahirla filsafat Islam yang akhirnya menjadi
bintangnya dunia filsafat diantara para ahli filsafat yang terkenal pada waktu
itu adalah:
·
Abu Ishak Al-Kindi (1994-260 H/809-873 M). ia
adalah satu-satunya filosof berkebangsaan asli arab, yakni dari suku kindah,
karya-karyanya tidak kurang dari 236 buah buku.
·
Abu Nasr Al-Faraby (390 H/961 M), Al Farabi banyak
menulis buku tentang filsafat, logika, jiwa, kenegaraan, etika, dan
interpretasi terhadap filsafat Aristoteles dan karyanya tak kurang dari 12 buah
buku.
·
Al-Ghazali (450-505 H/1058-1101 M), beliau dijuluki
sebagai hujjatul islam, karyanya tidak kurang dari 70 buah diantaranya:
|
a. Al Munqidz Minadlalal
b. Tahafutul Falasifah
c. Mizanul Amal
d. Ihyaulumuddin
|
e. Mahkun Nazar
f. Miyazul Ilmi, dan
g. Maqashidul Falasifah
|
·
Ibnu Rusyd di barat lebih dikenal dengan nama
Averoes, banyak berpengaruh di baratdalam bidang filsafat, sehingga disana
terdapat aliran yang disebut averroisme.[8]
c. Ilmu
Astronomi
Ilmu
astronomi atau perbintangan berkembang dengan baik, bahkan sampai mencapai
puncaknya, kaum muslimin pada masa bani Abbasiyah mempunyai modal yang terbesar
dalam mengembanngkan ilmu perhitungan. Mereka menggodok dan mempersatukan
aliran-aliran ilmu bintang yang berasal atau dianut oleh Yunani, Persia, India,
Kaldan. Dan ilmu falak
arab jahiliyah. Ilmu bintang memegang peranan penting dalam menentukan garis
politik para khalifah dan amir.
Diantara para
ahli ilmu astronomi pada masa ini adalah:
·
Al-battani atau Albatagnius, seorang ahli astronomi
yang terkenal dimasanya.
·
Al-Fazzari, seorang pencipta atrolobe, yakni alat
pengukur tinggi dan jarak bintang.
·
Abul Wafak, seorang menemukan jalan ketiga dari
bulan, jalan kesatu dan kedua telah ditemukan oleh ilmuan yang berkebangsaan
Yunani.
·
Rahyan Al Bairuny, seorang astronomi.
·
Abu Mansyur Al Falaky, seorang ahli ilmu falaq.
Untuk mendukung
perkembangan ilmu ini, para khalifah telah banyak membangun observatorium
diberbagai kota, disamping observatorium milik pribadi ilmuan.
d. Ilmu Matematika
Bidang ilmu
matematika juga mengalami kemajuan pesat, diantara para tokohnya yaitu:
·
Umar Al Farukhan, seorang insinyur dan arsitek kota
Bagdad.
·
Al-Khawarizmi, seorang pakar matematika muslim yang
mengarang buku Al-Gebra (Al-jabar). Dan dia juga yang menemukan angka nol.
e. Ilmu Farmasi dan
Kimia
Pakar ilmu
farmasi dan kimia pada masa dinasti Abbasiyah sebenarnya sangat banyak, tetapi
yang paling terkenal adalah ibnu Baithar. Ia adalah seorang ilmuan farmasi yang
produktif menulis, karyanya adalah Almughni (memuat tentang obat-obatan) dan
lain-lain.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar