Pendidikan Zaman
Jepang
Jepang menjajah
Indonesia setelah mengalahkan Belanda dalam perang Dunia II pada tahun
1942dengan semboyan Asia Timur Raya atau Asia Untuk Asia.
Pada masa awalnya
pemerintah Jepang seakan-akan membela kepentingan islam sebagai siasat
untukmemenangkan perang. Untuk menarik dukungan rakyat Indonesia, pemerintah
membolehkan didirikannya sekolah-sekolah agama dan oesantren-pesantren yang
terbebas dari pengawasan Jepang. Kebijakannya sebgai berikut:
1) Kantor urusan agama pada masa belanda disebut kantor Voor
islamistische Saken diubah menjadi Sumubu yang
dipimpin oleh ulama islam itu sendiri, yaitu K.H. hasyim Asy’ari dari Jombang
dan didaerah-daerah disebut Sumuka.
2) Pondok pesantren mendapat bantuan dari pembesar Jepang
3) Sekolah-sekolah Negeri diberi pelajaran budi pekerti/agama
4) Membentuk berisan Hizbullah yang memberi latihan dasar kemiliteran pemuda islam
5) Jepang mengizinkan berdirinya Sekolah Tinggi Islam
6) Ulama islam bekerja sama dengan pemimpin nasionalis membentuk barisan
Pembela Tanah Air (PETA)
7) Umat islam mendirikan Majlis Syuro Muslim Indonesia (Masyumi)
Maksudnya dari pemerintah
Jepang agar kekuatan umat islam dan nasionalis bisa diarahkan untuk kepentingan
memenangkan perang yang dipimpin oleh Jepang.
Dalam bidang
pendidikan, guru-guru mengikuti pelatihan yang diadakan oleh jepang untuk
mendoktrinisasi dalam kemakmuran bersama. Yang mana para guru diambil dari
tiap-tiap kabupaten. Bahasa Indonesia juga dijadikan sebagai bahasa pengantar
semua sekolah dan menjadi mata pelajaran utama. Pihak Jepang juga mewajibkan
para murid untuk mempelajari adat istiadat Jepang. mereka juga diharuskan
melakukan kerja bakti sepertimengumpulkan bahan-bahan untuk perang,
menanam bahan makanan, membersihkan asrama, memperbaiki jalan dan lain-lain
Demikianlah
sekolah-sekolah pada masa jepang mengalami kemunduran dibandingkan dengan masa
Belanda. Namun,masalah yang paling penting pada sekolah-sekolah
itu adalah nasionalisasi, bahsa pengantar, serta pembentukan
kader-kader muda untuk tugas berat dimasa mendatang.
Pendidikan
Zaman Kemerdekaan
Setelah merdeka,
pendidikan islam mulai mendapat kedudukan yang sangat penting dalam sistem
pendidikan nasional. Selain itu pendidikan agama disekolah juga mendapat tempat
yang teratur, seksama dan penuh perhatian. Pendidikan islam setahap demi
setahap dimajukan. Upaya ini merupakan usaha untuk menata diri ditengah-tengah
realitas sosial modern dan kompleks.
Sekolah agama termasuk
madrasah, ditetapkan sebagai model dan sumber pendidikan nasional yang
berdasarkan Undang-Undang Dasar 1945. pendidikan islam terus ditingkatkan.
Tuntutan untuk mendirikan Perguruan Tinggi juga meningkat.[5]
Tidak ada komentar:
Posting Komentar