Selasa, 10 Januari 2017

jepang

Pendidikan Zaman Jepang
Jepang menjajah Indonesia setelah mengalahkan Belanda dalam perang Dunia II pada tahun 1942dengan semboyan Asia Timur Raya atau Asia Untuk Asia.
Pada masa awalnya pemerintah Jepang seakan-akan membela kepentingan islam sebagai siasat untukmemenangkan perang. Untuk menarik dukungan rakyat Indonesia, pemerintah membolehkan didirikannya sekolah-sekolah agama dan oesantren-pesantren yang terbebas dari pengawasan Jepang. Kebijakannya sebgai berikut:
1)  Kantor urusan agama pada masa belanda disebut kantor Voor islamistische Saken diubah menjadi Sumubu yang dipimpin oleh ulama islam itu sendiri, yaitu K.H. hasyim Asy’ari dari Jombang dan didaerah-daerah disebut Sumuka.
2)      Pondok pesantren mendapat bantuan dari pembesar Jepang
3)      Sekolah-sekolah Negeri diberi pelajaran budi pekerti/agama
4)      Membentuk berisan Hizbullah yang memberi latihan dasar kemiliteran pemuda islam
5)      Jepang mengizinkan berdirinya Sekolah Tinggi Islam
6)      Ulama islam bekerja sama dengan pemimpin nasionalis membentuk barisan Pembela Tanah Air (PETA)
7)      Umat islam mendirikan Majlis Syuro Muslim Indonesia (Masyumi)
Maksudnya dari pemerintah Jepang agar kekuatan umat islam dan nasionalis bisa diarahkan untuk kepentingan memenangkan perang yang dipimpin oleh Jepang.
Dalam bidang pendidikan, guru-guru mengikuti pelatihan yang diadakan oleh jepang untuk mendoktrinisasi dalam kemakmuran bersama. Yang mana para guru diambil dari tiap-tiap kabupaten. Bahasa Indonesia juga dijadikan sebagai bahasa pengantar semua sekolah dan menjadi mata pelajaran utama. Pihak Jepang juga mewajibkan para murid untuk mempelajari adat istiadat Jepang. mereka juga diharuskan melakukan kerja bakti  sepertimengumpulkan bahan-bahan untuk perang, menanam bahan makanan, membersihkan asrama, memperbaiki jalan dan lain-lain
Demikianlah sekolah-sekolah pada masa jepang mengalami kemunduran dibandingkan dengan masa Belanda. Namun,masalah yang paling penting pada sekolah-sekolah itu  adalah nasionalisasi, bahsa pengantar, serta pembentukan kader-kader muda untuk tugas berat dimasa mendatang.
      Pendidikan Zaman Kemerdekaan
Setelah merdeka, pendidikan islam mulai mendapat kedudukan yang sangat penting dalam sistem pendidikan nasional. Selain itu pendidikan agama disekolah juga mendapat tempat yang teratur, seksama dan penuh perhatian. Pendidikan islam setahap demi setahap dimajukan. Upaya ini merupakan usaha untuk menata diri ditengah-tengah realitas sosial modern dan kompleks.

Sekolah agama termasuk madrasah, ditetapkan sebagai model dan sumber pendidikan nasional yang berdasarkan Undang-Undang Dasar 1945. pendidikan islam terus ditingkatkan. Tuntutan untuk mendirikan Perguruan Tinggi juga meningkat.[5]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar