. Pola sikap siswa
terhadap guru dalam interaksi edukatif
1. Pola ketaatan
Ketaatan seorang siswa terhadap gurunya membawa
barokah dalam proses pencarian ilmu. Untuk itu, maka siswa dalam interaksi
dengan guru merupakan upaya mencari ridhonya (kerelaan hatinya).
Gambaran ketaatan siswa dalam interaksinya dengan
guru dibagi 2 (dua), yaitu:
a) Ketaatan terhadap guru secara langsung,
yaitu jangan berjalan didepan guru, jika bertamu kerumah guru hendaknya tidak
mengetuk pintu, tetapi cukup menunggu diluar, dan lain-lain.
b) Ketaatan terhadap keluarga guru,
menghormati guru dan semua orang yang mempunyai ikatan keluarga dengan guru.
2. Pola kasih sayang
Menurut ibn naiskawaih, kewajiban antara siswa
terhadap guru berada diantara cinta terhadap Allah dan cinta kepada orang tua,
karena menurut Ibnu Miskawaih, guru merupakan penyebab eksistensi hakiki kita
dan penyebab kita memperoleh kebahagiaan sempurna.
3. Pola komunikasi guru dan siswa dalam proses
belajar mengejar pada pendidikan islam klasik.
Pendidikan islam pada masa ini sudah mengenal
beberapa bentuk komunikasi dalam proses belajar mengajar, yaitu:
Ø Pola satu arah
Pada pola komunikasi terjadi hanya satu arah,
seorang guru bertindak sebagai instruktur dan senantiasa mendorong siswa untuk
lebih menghapal.
Ø Pola banyak arah
Pola ini komunikasi terjadi tidak hanya antara guru
dan siswa, tetapi siswa dan guru, siswa dan siswa. Ini berlangsung dalam
diskusi dan perdebatan masalah-masalah ilmiah.
Kurikulum Pendidikan Islam
1. Kurikulum pendidikan Islam sebelum
berdirinya madrasah.
a.
Kurikulum pendidikan rendah
Sebelum
berdirinya madrasah, tidak ada tingkatan dalam pendidikan Islam, tetapi hanya
satu tingkat yang bermula dikuttab dan berakhir didiskusi halaqah. Tidak ada
kurikulum khusus yang diikuti oleh seluruh umat islam, dilembaga kuttab
biasanya diajarkan membaca dan menulis disamping al-qur’an, kadang diajarkan
bahasa nahwu dan arudh.
Sedangkan
kurikulum yang ditawarkan oleh Ibnu Sina untuk tingkat ini adalah
mengajari al-qur’an, karena anak-anak dari segi fisik dan mental telah siap
menerima pendiktean. Namun demikian, ada perbedaan antara kuttab-kuttab yang
diperuntukanbagi masyarakat umum yang ada diistana. Di istana orang tua (para
pembesar istana) adalah yang membuat rencana pelajaran tersebut sesuai dengan
anaknya dan tujuan yang dikehendaki. Rencana pelajaran untuk pendidikan istana
ialah pidato, sejarah, peperangan-peperangan, cara bergaul dengan masyarakat
disamping pengetahuan pokok, seperti al-qur’an, syair dan bahasa.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar