Selasa, 10 Januari 2017

ilak

.      Pola sikap siswa terhadap guru dalam interaksi edukatif
1. Pola ketaatan
Ketaatan seorang siswa terhadap gurunya membawa barokah dalam proses pencarian ilmu. Untuk itu, maka siswa dalam interaksi dengan guru merupakan upaya mencari ridhonya (kerelaan hatinya).
Gambaran ketaatan siswa dalam interaksinya dengan guru dibagi 2 (dua), yaitu:
a) Ketaatan terhadap guru secara langsung, yaitu jangan berjalan didepan guru, jika bertamu kerumah guru hendaknya tidak mengetuk pintu, tetapi cukup menunggu diluar, dan lain-lain.
b) Ketaatan terhadap keluarga guru, menghormati guru dan semua orang yang mempunyai ikatan keluarga dengan guru.

2. Pola kasih sayang
Menurut ibn naiskawaih, kewajiban antara siswa terhadap guru berada diantara cinta terhadap Allah dan cinta kepada orang tua, karena menurut Ibnu Miskawaih, guru merupakan penyebab eksistensi hakiki kita dan penyebab kita memperoleh kebahagiaan sempurna.
3. Pola komunikasi guru dan siswa dalam proses belajar mengejar pada pendidikan islam klasik.
Pendidikan islam pada masa ini sudah mengenal beberapa bentuk komunikasi dalam proses belajar mengajar, yaitu:
Ø Pola satu arah
Pada pola komunikasi terjadi hanya satu arah, seorang guru bertindak sebagai instruktur dan senantiasa mendorong siswa untuk lebih menghapal.
Ø Pola banyak arah
Pola ini komunikasi terjadi tidak hanya antara guru dan siswa, tetapi siswa dan guru, siswa dan siswa. Ini berlangsung dalam diskusi dan perdebatan masalah-masalah ilmiah.
Kurikulum Pendidikan Islam
1. Kurikulum pendidikan Islam sebelum berdirinya madrasah.
a.                   Kurikulum pendidikan rendah
Sebelum berdirinya madrasah, tidak ada tingkatan dalam pendidikan Islam, tetapi hanya satu tingkat yang bermula dikuttab dan berakhir didiskusi halaqah. Tidak ada kurikulum khusus yang diikuti oleh seluruh umat islam, dilembaga kuttab biasanya diajarkan membaca dan menulis disamping al-qur’an, kadang diajarkan bahasa nahwu dan arudh.

Sedangkan kurikulum yang ditawarkan oleh Ibnu Sina untuk tingkat ini adalah mengajari al-qur’an, karena anak-anak dari segi fisik dan mental telah siap menerima pendiktean. Namun demikian, ada perbedaan antara kuttab-kuttab yang diperuntukanbagi masyarakat umum yang ada diistana. Di istana orang tua (para pembesar istana) adalah yang membuat rencana pelajaran tersebut sesuai dengan anaknya dan tujuan yang dikehendaki. Rencana pelajaran untuk pendidikan istana ialah pidato, sejarah, peperangan-peperangan, cara bergaul dengan masyarakat disamping pengetahuan pokok, seperti al-qur’an, syair dan bahasa.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar