Selasa, 10 Januari 2017

djawa

Pendidikan Zaman Kerajaan Islam
Berdasarkan kunjungan Ibn Batutah pada tahun 1354, Samudera Pasai merupakan tempat studi islam paling tua. Rajanya selalu mengadakan halaqah setelah shalat jum’at sampai waktu ashar. Didalamhalaqah tersebut para ulama berdiskusi tentang masalah keagamaan dan keduniawian sekaligus yang mana biasa dilakukan di istana bagi anak-anak raja, di mesjid-masjid, di rumah-rumah guru, dan surau-surau untuk masyarakat umum. Dari sinilah awal mula terbentuknya lembaga pendidikan islam.
Pendidikan agama islam di kerajaan samudera pasai semakin berkembang pesat. samudera pasai terus berfungsi sebagai pusat studi islam di asia tenggara. Selain di samudera pasai, Kerajaan Malaka dan Kerajaan Aceh juga menjadi salah satu pusat studi islam pada saat itu.
Sistem pengajaran bagi setiap muslim sama seperti negara-negara muslim yang lain, yaitu dengan pengajian Al-qur’an dengan mempelajari tajwid, juz ‘Amma untuk tahap pemula.  Untuk tahap selanjutnya merek membahas tentang persoalan fiqih dan tasawuf. Selain kegiatan diatas para ulama juga mengajarkan kepada murid-muridnya menerjemahkan bahasa Arab ke dalam bahasa Melayu.[4]
Pendidikan islam terus berkembang setelah para ulama mengarang buku-buku pelajaran keislaman menggunakan bahasa melayu. Ulama yang berperan antara lain, Hamzah Fansuri, Nuruddin Al-Raniri, Abd. Rauf singkel dan masih banyak ulama lainnya.
Seiring dengan berkembangnya zaman, setiap daerah mempunyai istilah untuk lembaga pendidikannya. Di Jawa lembaga pendidikan islam disebut pesantren, di Aceh dikenal dengan sebutandayah atau rangkang, di Minang Kabau disebut dengan surau. Di Kalimantan dikenal dengan langgar
Di jawa sebelum islam datang, pesantren sudah dikenal sebagai lembaga pendidikan agama Hindu. Namun, setelah islam masuk nama itu menjadi lembaga pendidikan islam yang didirikan oleh para penyiar agama islam.dari lembaga inilah islam menyebar keberbagai pelosok Jawa dan wilayah Indonesia Bagian Timur. Contoh pesantren yang didirikan pada saat itu adalah, Pesantren Giri yang didirika oleh Sunan Giri pada tahun 1485 dan Pesantren Gresik yang didirikan oleh Maulana Malik Ibrahim merupakan pesantren pertama di Jawa., pesantren Gunung Jati Cirebon.
Semua ilmu pendidikan islam di Nusantara ditulis dengan huruf Arab Melayu. Metode pengajaran di lembaga-lembaga pendidikan islam itu adalah sorogan dan bandungan. Sorogan adalah sistem pengajaran yang bersifat individual, biasanya bagi muri pemula. Sedangkan metode bandungan adalah sekelompok santri yang mendengarkan seorang guru membaca, menerjemahkan, mengulas buku-buku islam dalam bahasa Arab yang disebut “kitab kuning” dengan cepat.
Ada beberapa kebudayaan Hindu-Budha yang disesuaikan dengan agama dan kebudayaan islam seperti;
a.      Gerebeg disesuaikan dengan Hari Raya Idul Fitri dan Maulid nabi disebut Gerebeg poso dan Gerebeg Mulud.
b.      Gamelan Sekaten yang dibunyikan pada Gerebeg Maulud dipukul di halaman masjid Agung.
c.       Acara tepung tawar yang diiringi denga salawat Nabi,dsb.
Tiap anak laki-laki dan perempuan yang sudah berumur tujuh tahun wajib belajar.apabila pada umur tersebut mereka belum bisa mengaji maka akan menjadi olok-olokan. Biaya pendidikan islam pada saat itu ditanggung oleh masyarakat islam itu sendiri, melalui zakat, wakaf, pembayaran suatu hajat penduduk desa.

      

Tidak ada komentar:

Posting Komentar