Rumah sakit.
Rumah sakit pada zaman klasik bukan saja berfungsi
sebagai tempat merawat dan mengobati orang-orang sakit, tetapi juga mendidik
tenaga-tenaga yang berhungan dengan perawatan dan pengobatan. Pada masa itu,
percabaan dalam bidang kedokteran dan obat-oibatan dilaksanakan sehingga ilmu
kedokteran dan obat-obatan cukup pesat.
Rumah sakit juga merupakan tempat
praktikum sekolah kedokteran yang didirikan diluar rumah sakit, rumah sakit
juga berfungsi sebagai lembaga pendidikan .
11. Badiah (padang pasir, dusun tempat tinggal
badui)
Badiah merupakan sumber bahasa arab yang asli dan
murni, dan mereka tetap mempertahankan keaslian dan kemurnian bahasa arab. Oleh
karena itu badiah-badiah menjadi pusat untuk pelajaran bahasa arab yang asli
dan murni. Sehingga banyak anak-anak khulifah, ulama-ulama dan para ahli ilmu
pengetahuan pergi kebadiah-badiah dalam rangka mempelajari bahasa dan
kesusastraan arab. Dengan begitu badiah-badiah telah berfungsi sebagai lembaga
pendidikan.
b. Madrasah
1. Sejarah dan
motivasi pendirian madrasah
Beberapa
paradigma dapat digunakan dalam memandang sejarah dan motivasi pendirian
madrasah. Paling tidak ada 3 teori tentang timbulnya madrasah:
a.
Madrasah selalu dikaitkan dengan nama nidzam
al-mulk (W. 485 H/1092 M), salah seorang wajir dinasti saljuk sejak 456 H/1068
M sampai dengan wafatnya, dengan usahanya membangun madrasah nizhamiyah
diberbagai kota utama daerah kekuasaan saljuk begituh dominannya peran nidzam
al-mulk adalah orang pertama yang membangun madrasah.
b.
Menurut al-makrizi, ia berasumsi bahwa madrasah
pertama adalah madrasah nizhamiyah yang didirikan tahun 457 H.
c.
Madrasah sudah eksis semenjak awal islam seperti
bait al-hikmah yang didirikan Al-Makmun di Bagdad abad ke-3 H.
Dari informasi
diterima diatas dapat diketahui bahwa madrasah yang pertama di Nisyapur. Namun
demikian, madrasah itu kurang dikenal mengingat motivasi pendirian madrasah itu
sendiri pada waktu itu masih bersifat ahliyah (keluarga) berdasarkan wakaf
keluarga dan sejarah baru mencatat sesuatu bila telah menjadi fenomena yang
meluas.
Lahirnya lembaga
pendidikan formal dalam bentuk madrasah merupakan pengembangan dari sistem
pengajaran dan pendidikan yang pada awalnya berlangsung di masjid-masjid.
Disisi lain,
syalabi mengemukakan bahwa perkembangan dari masjid ke madrasah terjadi secara
tidak langsung, menurutnya madrasah sebagai konsekuensi logis dari semakin
ramainya pengajian di masjid yang fungsi utamanya adalah ibadah. Agar tidak
kegiatan ibadah, dibuatlah tempat khusus untuk belajar yang dikenal madrasah.
Dengan
berdirinya madrasah, maka pendidikan Islam memasuki periode
baru. Yaitu pendidikan menjadi fungsi bagi negara dan madrasah-madrasah
dilembagakan untuk tujuan pendidikan sektarian dan indoktrinasi politik.
Meskipun
madrasah sebagai lembaga pendidikan dan pengajaran didunia Islam baru timbul
sekitara abad ke-14 H, ini bukan berarti bahwa sejak awal perkembangannya islam
tidak mempunyai lembaga pendidikan dan pengajaran. Pada awal telah berdiri
madrasah yang menjadi cikal bakal munculnya madrasah nizamiyah, madrasah
tyersebut berada diwilayah Persia, tepatnya di daerah Nisyapur, misalnya
madrasah al-baihaqiyah, madrasah sa’idiyah dan madrasah yang terdapat di
Khusan.
2. Madrasah
Nizhamiyah.
Madrasah
nizhamiyah merupakan pertotipe awal bagi lembaga pendidikan tinggi, ia juga
dianggap sebagai tonggak baru dalam penyelenggaraan pendidikan Islam, dan
merupakan karakteristik tradisi pendidikan Islam sebagai suatu lembaga pendidikan
resmi dengan sistem asrama. Pemerintah atau penguasa ikut terlibat didalam
menentukan tujuan, kurikulum, tenaga pengajar, pendanaan, sarana fisik dan
lain-lain.
Kendati madrasah
nizhamiyah mampu melestarikan tradisi keilmuan dan menyebarkan ajaran islam
dalam persi tertentu. Tetapi keterkaitan dengan standarisasi dan pelestarian
ajaran kurang mampu menunjang pengembangan ilmu dan penelitian yang inofatif.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar